“PUISI KERINDUAN”

Tersenyumlah saat Kau mengigatKu, karena saat itu Aku sangat merindukanmu.
Dan menangislah saat Kau merindukanKu, karena saat itu Aku tak berada di sampingMu.
Tetapi pejamkanlah mata indahMu itu, karena saat itu Aku akan terasa ada di hatiMu, karena Aku telah berada di hatiMu untuk selama-lama-Nya.
Tak ada yang tersisa lagi untukKu, selain kenangan-kenangan yang indah bersamaMu.
Mata indah yang dengan-Nya Aku biasa melihat keindahan cinta.
Mata Indah, yang dahulu adalah milikKu.
Kini…
Semuanya terasa jauh meninggalkanKu.
Kehidupan terasa kosong tanpa keindahan.
Hati…
Cinta dan RinduKu adalah milikMu.
CintaMu tak kan pernah membebaskanKu.
Bagaimana mungkin Aku terbang mencari cinta yang lain, saat sayap-sayapKu telah patah karenaMu…
CintaMu akan tetap tinggal bersamaKu, hingga akhir hayatKu dan setelah kematian…
Hingga tangan Tuhan akan menyatukan Kita lagi…
Betapa pun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan, yang tengah menghidupkan sinar hidupKu…
Namun tak dapat menyinari…
Dan menghangatkan perasaanKu yang sesungguhNya.
Aku tidak pernah bisa menemukan cinta yang lain selain cintaMu…
Karena mereka tak tertandingi oleh sosok diriMu dalam jiwaKu…
Kau tak kan pernah terganti, bagai pecahan Logam menggaalkan
Kesunyian…
Kesendirian… dan
KesedihanKu…
Kini Aku telah kehilanganMU…..

Puisi ini Aku tarok UntukMu Seorang Disana………….!!!!!!!!!!!!!!! — di Kota Bekasi.