AKSARA JEPANG

Bahasa jepang memiliki beberapa jenis huruf yaitu hiragana, katakana dan kanji. Tentu saja ke semua jenis huruf itu memiliki perbedaan dalam penggunaanya. Kalau nggak berbeda ngapain juga dikasih nama yang berbeda😀
Berikut perbedaan fungsi dan penggunaan semua jenis huruf bahasa jepang tersebut :
Huruf Hiragana dulunya digunakan oleh para wanita jepang (makanya bentuk tulisannya halus). Sedangkan penggunaanya adalah untuk :

  • kata keterangan
  • Perkataan dimana kanjinya lama tidak digunakan atau bahkan sudah tidak diketahui
  • digunakan untuk situasi yang formal.
hiragana

Bersama kanji, dulu huruf katakana hanya digunakan oleh kamu lelaki (makanya bentuknya lurus-lurus).Digunakan untuk kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang kemudian diserap menjadi bahasa jepang.

katakana

Sedangkan yang ketiga adalah huruf kanji, bentuknya mirip dengan huruf cina.. karena memang asalnya darisana. Dipakai untuk melambangkan konsep atau ide.

kanji

Selain itu ada juga huruf romaji yang merupakan sistem alihaksara.
Nah umpamanya sekarang anda sedang membutuhkan untuk menterjemahkan huruf indonesia menjadi huruf jepang. Berikut beberapa web service yang dapat melakukannya

Sedangkan untuk software jenis huruf jepang anda bisa menggunakan.

  • Quick TransLation – Firefox plugin

Yang saya dengar menguasai bahasa jepang itu lebih mudah dari bahasa inggris. Karena pengejaannya hampir sama. Yang menjadi persoalan adalah jenis huruf. Mungkin untuk huruf hiragana dan katakana tidak masalah karena memang hanya berjumlah 46. Sedangkan untuk huruf kanji, konon katanya anda harus menghafal sampai 9000 untuk dapat membaca koran disana.
Bagian Satu : Berkenalan dengan Kanji, Hiragana, Katakana dan Romaji

Halo. Selamat datang di TADOTSU GAKUEN. Kalo minasan pernah lihat NIHONGOKURASU (http:/nihongokurasu.blog.m3-access.com) artikel berikut ini saya copy dari sana. Dulu yang nulis saya juga sih, tapi karena BLOG M3 susah diakses dari luar Indonesia, akhirnya saya gantilah namanya jadi Tadotsu Gakuen \(^_^)/

よしゃKali ini kita akan mempelajari huruf / aksara yang dipakai dalam penulisan Bahasa Jepang. Minasan sudah tahu? Pernah belajar?

Kalau minasan lihat gambar di samping, itu semua adalah contoh huruf Jepang. Nomor 1, 2, 3, dan 4 semuanya dibaca SAKURA artinya bunga sakura. Jadi dalam Bahasa Jepang huruf yang digunakan 4 macam, yaitu Kanji, Hiragana, Katakana dan Romaji (atau ada juga yang menyebutnya Romanji). Lhoh, kok banyak banget ya hurufnya? Hehehe, iya memang dan susahnya keempat-empatnya tuh dipakai semua dalam Bahasa Jepang.

Ceritanya nih duluuuu sekali, orang Jepang tidak punya karakter tulisan untuk menuliskan Bahasa Jepang. Mereka cuma mengenal cara menggambar yang sangat tidak praktis. Coba bayangkan, kalau misalnya mau nulis “pada jaman dahulu kala, tinggallah seekor singa galak, kejam, bringas -namun sayang kepada teman-temannya- bersama 30 ekor keluarganya di hutan yang sangat lebat”, trus nulisnya pake gambar gimana hayo…. Susah kan ya ^_^


Orang Jepang kemudian berpikir cara yang lebih praktis. Mereka akhirnya berpikir untuk memakai huruf China dan mengirimkan orang-orangnya untuk belajar huruf China.
Huruf China yang mereka pelajari dan kemudian nanti dikenal dengan nama Kanji ini, tidak serta merta langsung digunakan dalam Bahasa Jepang. Ini nih yang agak perlu pemahaman. Orang Jepang cuma mengambil karakter huruf-nya saja, tidak mengambil bunyinya (ada sedikit ding). Makanya kalau ada huruf
yang artinya “orang/manusia” orang Jepang membacanya “hito” atau “nin” atau “jin” sementara orang China (kalo ga salah ni) membacanya “ren”. Walaupun pada akhirnya nanti ada beberapa cara baca China yang juga diadopsi ke Bahasa Jepang (selengkapnya akan dibahas lain waktu di materi Pengenalan Kanji).

Itulah kenapa pembelajar Bahasa Jepang yang berasal dari negara yang menggunakan huruf Kanji, misalnya China, Korea, Taiwan dsb akan lebih cepat menguasai Bahasa Jepang. Alasannya selain artinya yang masih kebanyakan sama atau mirip, bunyi atau cara bacanya pun kadang-kadang juga masih mirip (makanya dulu ada siswa saya yang keturunan China yang hampir mengalahkan saya pas urusan cara nulis Kanji, tapi kalo cara bacanya dsb, masih pinter senseinya dong, wakakakak).

Itulah, huruf Kanji akhirnya digunakan dalam Bahasa Jepang. (cerita di atas itu ‘katanya’ lho, ya, soalnya pas kejadian saya belum lahir, jadi ga tau bener ato tidaknya^^ nanti saya cek lagi ke beberapa buku lainnya, hehehe)

Sekarang kita bahas satu per satu ya.

Yang pertama, Kanji. “Kan” artinya “China”, “Ji” artinya “Huruf”, jadi kanji asal katanya berarti huruf China (makanya jangan pakai embel2 kata “huruf “ lagi ya, ‘HURUF Kanji’ itu cara penyebutan yang salah, yang betul KANJI saja).

Kanji ada yang cuma terdiri dari 1 coretan (kanji 1 atau ichi misalnya) ada juga yang sampai satu huruf terdiri dari lebih dari 32 coretan (hhuuaww….)

Tiap kanji biasanya sudah berdiri sendiri dan punya cara baca serta arti sendiri-sendiri, tapi jangan heran kalau ada juga sebuah Kanji yang punya tiga, empat atau mungkin lebih dari lima cara baca. Ini tidak sulit kok! Tidak seperti kelihatannya. Bahkan kalau sudah belajar nanti belajar Kanji jadi salah satu hal menarik ketika kita belajar Bahasa Jepang. Kanji tuh keren loh, ga susah lagi. Lain kali kita akan bahas lebih lanjut tentang Kanji ya…

Kembali ke pembahasan tentang huruf Jepang. Huruf kedua adalah Hiragana. Hiragana merupakan penyederhanaan dari Kanji. Untuk beberapa alasan orang Jepang merasa Kanji tidak begitu praktis untuk digunakan dalam beberapa kesempatan, makanya mereka menyederhanakan Kanji menjadi Hiragana. Dulunya Hiragana cuma dipakai oleh cewek, tapi akhirnya berkembang jadi boleh dipakai siapa saja.

Tidak seperti Kanji yang tiap huruf punya arti, Hiragana lebih mirip Aksara Jawa kita. Tiap huruf punya satu bunyi yang dihasilkan dari vokal dan konsonan. Hurufnya berbunyi menurut baris A I U E O, KA KI KU KE KO, SA SHI SU SE SO, dst. (untuk lebih jelasnya lihat bagian 2 pelajaran mengenal Hiragana).

Hiragana terdiri dari 46 huruf / karakter utama. Selain itu cuma turunan dari karakter utama yang bisa dipelajari perubahannya. Jika huruf di baris KA, SA, TA, dan BA diberi tenten (dibaca: tengteng) atau chonchon (chongchong) yaitu dua garis kecil di kanan atas yang mirip tanda kutip, maka bunyi huruf tersebut menjadi lebih berat. KA menjadi GA, SA menjadi ZA dsb. Ada 20 huruf seperti ini, dan dinamakan karakter dakuon.

Jika pada baris BA, tenten-nya diganti dengan maru (lingkaran) maka suara menjadi lebih berat lagi, PA PI PU PE PO dsb. (lihat gambar tentang hiragana di artikel bagian 2).

Selain huruf di atas, ada satu jenis karakter lagi yang diperoleh dengan menggabungkan huruf-huruf yang berbunyi akhiran I ditambah YA, YU, atau YO kecil. Karakter Hiragana ini dinamakan karakter Yoon.

Yang perlu diperhatikan ketika kita mengetikkan Hiragana di komputer adalah huruf CHI yang diberi tenten bisa muncul jika kita mengetikkan DI, TSU tenten muncul jika kita mengetikkan DU, WO (partikel O) muncul jika kita ngetikkan WO, dan N muncul jika kita mengetikkan NN.
Untuk fungsinya, Hiragana digunakan penuh oleh mereka yang baru belajar Bahasa Jepang dan belum belajar Kanji. Hiragana juga dipakai di atas Kanji (disebut okurigana) untuk menunjukkan cara baca Kanji tersebut. Partikel-partikel dan kata-kata asli Bahasa Jepang bisa dengan bebas kita tulis menggunakan Hiragana, dsb. Begituu…

Itu Hiragana ya….. Terus selain Kanji dan Hiragana, ada juga Katakana. Katakana ini sekarang dipakai untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa asing, nama-nama orang asing, nama-nama spesies walaupun aslinya menggunakan Bahasa Jepang, kata-kata asli Bahasa Jepang yang berkonotasi negative, dan kata-kata Bahasa Jepang yang mendapatkan penekanan dalam suatu kalimat.

Cara dan aturan penulisannya mirip dengan Hiragana (lihat bagian pelajaran Mengenal Katakana).

Satu huruf lagi adalah Romaji atau juga ada yang menyebut Romanji. “Roma” adalah nama “Kota Roma” di Italia. Yang dimaksud Romaji adalah huruf yang terdiri dari alphabet A sampai Z sama seperti yang setiap hari kita gunaka di Indonesia. Kalau cara nulisnya ga perlu belajar kan ya.

Orang Jepang kadang-kadang menggunakan Romaji di kesempatan dia tidak bisa memakai karakter Bahasa Jepang, misalnya pas ngirim sms atau e-mail pakai HP ataw komputer Indonesia yang ga ada Japanese Character-nya. Di tempat2 umum di Jepang, kadang2 penunjuk jalan atau arah juga disediakan versi Romaji-nya untuk memudahkan orang asing.

Yang mungkin diperhatikan adalah ada beberapa orang Jepang yang versi tulisan Romaji-nya berbeda walaupun cara baca atau pelafalannya sama. Lengkapnya lihat table di bawah ya. Ada beberapa cara penulisan (romanisasi) yang berbeda, tetapi cara bacanya tetep sama.

Jadi, itsumo bisa juga ditulis itumo, tsuzukimasu bisa ditulis tsudukimasu, ja mata ashita bisa ditulis jya mata asita, watashi bisa juga ditulis watasi, machi bisa ditulis mati, dsb. Itu jugalah kenapa, ketika kita menggunakan komputer dan akan memunculkan huruf zu () yang harus kita ketik (jika tidak menggunakan keyboard Jepang) adalah huruf du (D+U). Begitu juga ketika mau nulis tsu () maka kita bisa pake tuts keyboard tsu (T+S+U) atau tu (T+U) saja.

Jika minasan uda selese baca materi ini, silakan dilanjutkan dengan materi bagian 2 ya.
それでは、にほんごの べんきょうを がんばって ください ね。 d(^_^)b

Catatan:

Dalam kalimat bahasa Jepang, kadang tulisan dalam bentuk Hiragana /Katakana dan Kanji, mempunyai pengucapan khusus.

Huruf N (/) bisa dibaca N, NG, atau M. Secara umum dibaca NG, kecuali ketika bertemu dengan konsonan B atau P dibaca M.

にほん nihon, dibaca: nihong / nihon (jepang)
みんな minna, dibaca: minna (semua orang)
しんぶん shinbun, dibaca: shimbung (surat kabar)
せんぱい senpai, dibaca: sempai (senior)
かんけん kanken, dibaca: kangkeng (pencarian kanji)

Misalnya bunyi SU dari DESU です dari akhiran kata kerja MASU ます, dibaca DES dan MAS saja (ada juga beberapa orang yang tidak menghilangkan bunyi U di kata itu). Begitu juga untuk kata GAKUSEI がくせい menjadi dibaca GAKSEI. Lalu beberapa bunyi I dari SHI yang bertemu konsonan T menjadi dihilangkan. Contoh: HAJIMEMASHITE はじめまして dibaca HAJIMEMASHTE, OWARIMASHITA おわりました dibaca OWARIMASHTA, ARIGATOU GOZAIMASHITA ありがとう ございました dibaca ARIGATOU GOZAIMASHTA dst.

Aturan lain yang perlu diingat adalah tentang partikel WA, E dan O, yang ditulis menggunakan HA (tapi dibaca WA), HE (dibaca E) dan WO (dibaca O atau WO). Contoh dalam kalimat:

わたしは がくせい です。 Saya adalah pelajar.
バンドンへ いきます。 Pergi ke Bandung.
ごはんを たべます。 Makan nasi.
こんにちは。 Selamat siang.
こんばんは。 Selamat malam.

(MATERI SHOKYUU 1)
dan
(MATERI SHOKYUU 2)

Mengenal Katakana

Setelah mempelajari Hiragana , kali ini kita akan belajar Katakana.

Kalau minasan lihat bagan Katakana, sebenernya Katakana tuh cenderung lebih simple daripada Hiragana. Karakter hurufnya cederung kaku dan mudah ditulis, tidak melengkung atau berkelok-kelok seperti Hiragana.

Tapi nyatanya siswa tingkat dasar lebih susah mengingat Katakana dibadingkan Hiragana. Mungkin karena dalam materi pelajaran, Huruf Hiragana lebih sering muncul daripada Katakana.

Pada dasarnya Katakana juga terdiri dari 46 karakter utama (walaupun WO jarang sekali digunakan, jadi bisa dianggap cuma 45^^). Ada juga penambahan tenten, maru, dan YA YU YO kecil untuk karakter YOON.

Selain itu ada beberapa penambahan kombinasi huruf yang lazim dipakai untuk mengadopsi bunyi-bunyi dari bahasa asing. Misalnya FA (ファ) peroleh dengan menggabungkan FU dan A kecil. Huruf yang didepan diambil konsonannya, dan yang dibelakang diambil bunyi vokalnya.


Untuk konsonan rangkap, aturannya sama dengan Hiragana. Ditulis dengan menyisipkan TSU
kecil (dalam hal ini TSU kecil Katakana) kecuali NN yang memang menpunyai huruf N sendiri.

Untuk vocal panjang, aturan Katakana lebih mudah, yaitu tinggal menambahkan SEN atau garis mendatar untuk vocal panjang A I U E maupun O. Jadi lebih praktis kan ya.

Yang agak memerlukan pemahaman adalah, walaupun orang Jepang menggunakan Katakana untuk menuliskan bahasa serapan, tapi kata asing tersebut terlebih dahulu di-alihbunyikan menggunakan logat bahasa Jepang.

Walaupun mereka ada yang bisa mengucapkan kata asing mirip aslinya, tapi mereka lebih suka mengucapkan kata asing menggunakan logat Jepang. Misalnya kata SOCCER di ucapkan menjadi サッカー SAKKAA. TELEVISION diambil yang depan saja menjadi テレビ TEREBI (V=B), TELEPHONE CARD menjadi テレホンカード TEREHON KAADO (L=R) dst. Makanya nama MILA jika diucapkan dalam dengan logat Jepang menjadi ミラ MIRA, FIRMAN menjadi フィルマン FIRUMAN dst. Kalo udah begini, kelihatan kalau orang Jepang tuh suka semena-mena yak, hehehe.

Di bawah ini adalah contoh lain penulisan kata menggunakan Katakana.

DEPARTEMENT STORE = デパート DEPAATO (huruf R jadi bunyi panjang)
APARTMENT =
アパート APAATO
SOFTWARE =
ソフト SOFUTO / ソフトウエア SOFUTOWEA 
RADIO =
ラジオRAJIO
SHIRT =
シャツ SHATSU
MILK =
ミルク MIRUKU (L=R, vokalnya diambilkan U)
ADVISE =
アドバイス ADOBAISU
SHARP PENCIL =
シャープペンシル SHAAPUPENSHIRU
DUCTH =
ドイツ DOITSU
AMERIKA =
アメリカ AMERIKA (bunyi E tetap E)
SEMARANG =
スマラン SUMARAN (bunyi E* menjadi U)
KERJA =
クルジャ KURUJA
RAHMAT =
ラマト RAMATO / ラーマト RAAMATO / ラフマト RAFUMATO
TRIWAHYONO =
トリワヒヨノ TORIWAHIYONO
ANDRI =
アンドリ ANDORI
GEORGE =
ジョージ JOOJI
FIKRI =
フィクリ FIKURI
DRAJAT =
ドラジャト DORAJATO

Ok. Dari penjelasan di atas, minasan sekarang bisa mulai menulis nama masing-masing. Ingat, karena nama Anda termasuk bahasa asing bagi orang Jepang, maka harus di adopsi ke logat Jepang terlebih dahulu kemudian ditulis dengan Katakana (buka Hiragana lho ya).

Jya selamat mencoba. Kalau minasan butuh ngecek tulisannya bener ataw salah, silakan ditanyakan di sesi kelas online.

Mau latihan ngafalin HIRAGANA dan KATAKANA? Download software kecil DREAMKANA dari dreambeed, dengan KLIK DISINI (858 KB).

(MATERI SHOKYUU 1)
dan
(MATERI SHOKYUU 2)