AKSARA JEPANG
Bahasa jepang memiliki beberapa jenis huruf yaitu hiragana, katakana dan kanji. Tentu saja ke semua jenis huruf itu memiliki perbedaan dalam penggunaanya. Kalau nggak berbeda ngapain juga dikasih nama yang berbeda😀
Berikut perbedaan fungsi dan penggunaan semua jenis huruf bahasa jepang tersebut :
Huruf Hiragana dulunya digunakan oleh para wanita jepang (makanya bentuk tulisannya halus). Sedangkan penggunaanya adalah untuk :
  • kata keterangan
  • Perkataan dimana kanjinya lama tidak digunakan atau bahkan sudah tidak diketahui
  • digunakan untuk situasi yang formal.
hiragana
Bersama kanji, dulu huruf katakana hanya digunakan oleh kamu lelaki (makanya bentuknya lurus-lurus).Digunakan untuk kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang kemudian diserap menjadi bahasa jepang.
katakana
Sedangkan yang ketiga adalah huruf kanji, bentuknya mirip dengan huruf cina.. karena memang asalnya darisana. Dipakai untuk melambangkan konsep atau ide.
kanji
Selain itu ada juga huruf romaji yang merupakan sistem alihaksara.
Nah umpamanya sekarang anda sedang membutuhkan untuk menterjemahkan huruf indonesia menjadi huruf jepang. Berikut beberapa web service yang dapat melakukannya
Sedangkan untuk software jenis huruf jepang anda bisa menggunakan.
  • Quick TransLation – Firefox plugin
Yang saya dengar menguasai bahasa jepang itu lebih mudah dari bahasa inggris. Karena pengejaannya hampir sama. Yang menjadi persoalan adalah jenis huruf. Mungkin untuk huruf hiragana dan katakana tidak masalah karena memang hanya berjumlah 46. Sedangkan untuk huruf kanji, konon katanya anda harus menghafal sampai 9000 untuk dapat membaca koran disana.
Bagian Satu : Berkenalan dengan Kanji, Hiragana, Katakana dan Romaji

Halo. Selamat datang di TADOTSU GAKUEN. Kalo minasan pernah lihat NIHONGOKURASU (http:/nihongokurasu.blog.m3-access.com) artikel berikut ini saya copy dari sana. Dulu yang nulis saya juga sih, tapi karena BLOG M3 susah diakses dari luar Indonesia, akhirnya saya gantilah namanya jadi Tadotsu Gakuen \(^_^)/

よしゃKali ini kita akan mempelajari huruf / aksara yang dipakai dalam penulisan Bahasa Jepang. Minasan sudah tahu? Pernah belajar?

Kalau minasan lihat gambar di samping, itu semua adalah contoh huruf Jepang. Nomor 1, 2, 3, dan 4 semuanya dibaca SAKURA artinya bunga sakura. Jadi dalam Bahasa Jepang huruf yang digunakan 4 macam, yaitu Kanji, Hiragana, Katakana dan Romaji (atau ada juga yang menyebutnya Romanji). Lhoh, kok banyak banget ya hurufnya? Hehehe, iya memang dan susahnya keempat-empatnya tuh dipakai semua dalam Bahasa Jepang.

Ceritanya nih duluuuu sekali, orang Jepang tidak punya karakter tulisan untuk menuliskan Bahasa Jepang. Mereka cuma mengenal cara menggambar yang sangat tidak praktis. Coba bayangkan, kalau misalnya mau nulis “pada jaman dahulu kala, tinggallah seekor singa galak, kejam, bringas -namun sayang kepada teman-temannya- bersama 30 ekor keluarganya di hutan yang sangat lebat”, trus nulisnya pake gambar gimana hayo…. Susah kan ya ^_^


Orang Jepang kemudian berpikir cara yang lebih praktis. Mereka akhirnya berpikir untuk memakai huruf China dan mengirimkan orang-orangnya untuk belajar huruf China.
Huruf China yang mereka pelajari dan kemudian nanti dikenal dengan nama Kanji ini, tidak serta merta langsung digunakan dalam Bahasa Jepang. Ini nih yang agak perlu pemahaman. Orang Jepang cuma mengambil karakter huruf-nya saja, tidak mengambil bunyinya (ada sedikit ding). Makanya kalau ada huruf
yang artinya “orang/manusia” orang Jepang membacanya “hito” atau “nin” atau “jin” sementara orang China (kalo ga salah ni) membacanya “ren”. Walaupun pada akhirnya nanti ada beberapa cara baca China yang juga diadopsi ke Bahasa Jepang (selengkapnya akan dibahas lain waktu di materi Pengenalan Kanji).

Itulah kenapa pembelajar Bahasa Jepang yang berasal dari negara yang menggunakan huruf Kanji, misalnya China, Korea, Taiwan dsb akan lebih cepat menguasai Bahasa Jepang. Alasannya selain artinya yang masih kebanyakan sama atau mirip, bunyi atau cara bacanya pun kadang-kadang juga masih mirip (makanya dulu ada siswa saya yang keturunan China yang hampir mengalahkan saya pas urusan cara nulis Kanji, tapi kalo cara bacanya dsb, masih pinter senseinya dong, wakakakak).

Itulah, huruf Kanji akhirnya digunakan dalam Bahasa Jepang. (cerita di atas itu ‘katanya’ lho, ya, soalnya pas kejadian saya belum lahir, jadi ga tau bener ato tidaknya^^ nanti saya cek lagi ke beberapa buku lainnya, hehehe)

Sekarang kita bahas satu per satu ya.

Yang pertama, Kanji. “Kan” artinya “China”, “Ji” artinya “Huruf”, jadi kanji asal katanya berarti huruf China (makanya jangan pakai embel2 kata “huruf “ lagi ya, ‘HURUF Kanji’ itu cara penyebutan yang salah, yang betul KANJI saja).

Kanji ada yang cuma terdiri dari 1 coretan (kanji 1 atau ichi misalnya) ada juga yang sampai satu huruf terdiri dari lebih dari 32 coretan (hhuuaww….)

Tiap kanji biasanya sudah berdiri sendiri dan punya cara baca serta arti sendiri-sendiri, tapi jangan heran kalau ada juga sebuah Kanji yang punya tiga, empat atau mungkin lebih dari lima cara baca. Ini tidak sulit kok! Tidak seperti kelihatannya. Bahkan kalau sudah belajar nanti belajar Kanji jadi salah satu hal menarik ketika kita belajar Bahasa Jepang. Kanji tuh keren loh, ga susah lagi. Lain kali kita akan bahas lebih lanjut tentang Kanji ya…

Kembali ke pembahasan tentang huruf Jepang. Huruf kedua adalah Hiragana. Hiragana merupakan penyederhanaan dari Kanji. Untuk beberapa alasan orang Jepang merasa Kanji tidak begitu praktis untuk digunakan dalam beberapa kesempatan, makanya mereka menyederhanakan Kanji menjadi Hiragana. Dulunya Hiragana cuma dipakai oleh cewek, tapi akhirnya berkembang jadi boleh dipakai siapa saja.

Tidak seperti Kanji yang tiap huruf punya arti, Hiragana lebih mirip Aksara Jawa kita. Tiap huruf punya satu bunyi yang dihasilkan dari vokal dan konsonan. Hurufnya berbunyi menurut baris A I U E O, KA KI KU KE KO, SA SHI SU SE SO, dst. (untuk lebih jelasnya lihat bagian 2 pelajaran mengenal Hiragana).

Hiragana terdiri dari 46 huruf / karakter utama. Selain itu cuma turunan dari karakter utama yang bisa dipelajari perubahannya. Jika huruf di baris KA, SA, TA, dan BA diberi tenten (dibaca: tengteng) atau chonchon (chongchong) yaitu dua garis kecil di kanan atas yang mirip tanda kutip, maka bunyi huruf tersebut menjadi lebih berat. KA menjadi GA, SA menjadi ZA dsb. Ada 20 huruf seperti ini, dan dinamakan karakter dakuon.

Jika pada baris BA, tenten-nya diganti dengan maru (lingkaran) maka suara menjadi lebih berat lagi, PA PI PU PE PO dsb. (lihat gambar tentang hiragana di artikel bagian 2).

Selain huruf di atas, ada satu jenis karakter lagi yang diperoleh dengan menggabungkan huruf-huruf yang berbunyi akhiran I ditambah YA, YU, atau YO kecil. Karakter Hiragana ini dinamakan karakter Yoon.

Yang perlu diperhatikan ketika kita mengetikkan Hiragana di komputer adalah huruf CHI yang diberi tenten bisa muncul jika kita mengetikkan DI, TSU tenten muncul jika kita mengetikkan DU, WO (partikel O) muncul jika kita ngetikkan WO, dan N muncul jika kita mengetikkan NN.
Untuk fungsinya, Hiragana digunakan penuh oleh mereka yang baru belajar Bahasa Jepang dan belum belajar Kanji. Hiragana juga dipakai di atas Kanji (disebut okurigana) untuk menunjukkan cara baca Kanji tersebut. Partikel-partikel dan kata-kata asli Bahasa Jepang bisa dengan bebas kita tulis menggunakan Hiragana, dsb. Begituu…

Itu Hiragana ya….. Terus selain Kanji dan Hiragana, ada juga Katakana. Katakana ini sekarang dipakai untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa asing, nama-nama orang asing, nama-nama spesies walaupun aslinya menggunakan Bahasa Jepang, kata-kata asli Bahasa Jepang yang berkonotasi negative, dan kata-kata Bahasa Jepang yang mendapatkan penekanan dalam suatu kalimat.

Cara dan aturan penulisannya mirip dengan Hiragana (lihat bagian pelajaran Mengenal Katakana).

Satu huruf lagi adalah Romaji atau juga ada yang menyebut Romanji. “Roma” adalah nama “Kota Roma” di Italia. Yang dimaksud Romaji adalah huruf yang terdiri dari alphabet A sampai Z sama seperti yang setiap hari kita gunaka di Indonesia. Kalau cara nulisnya ga perlu belajar kan ya.

Orang Jepang kadang-kadang menggunakan Romaji di kesempatan dia tidak bisa memakai karakter Bahasa Jepang, misalnya pas ngirim sms atau e-mail pakai HP ataw komputer Indonesia yang ga ada Japanese Character-nya. Di tempat2 umum di Jepang, kadang2 penunjuk jalan atau arah juga disediakan versi Romaji-nya untuk memudahkan orang asing.

Yang mungkin diperhatikan adalah ada beberapa orang Jepang yang versi tulisan Romaji-nya berbeda walaupun cara baca atau pelafalannya sama. Lengkapnya lihat table di bawah ya. Ada beberapa cara penulisan (romanisasi) yang berbeda, tetapi cara bacanya tetep sama.

Jadi, itsumo bisa juga ditulis itumo, tsuzukimasu bisa ditulis tsudukimasu, ja mata ashita bisa ditulis jya mata asita, watashi bisa juga ditulis watasi, machi bisa ditulis mati, dsb. Itu jugalah kenapa, ketika kita menggunakan komputer dan akan memunculkan huruf zu () yang harus kita ketik (jika tidak menggunakan keyboard Jepang) adalah huruf du (D+U). Begitu juga ketika mau nulis tsu () maka kita bisa pake tuts keyboard tsu (T+S+U) atau tu (T+U) saja.

Jika minasan uda selese baca materi ini, silakan dilanjutkan dengan materi bagian 2 ya.
それでは、にほんごの べんきょうを がんばって ください ね。 d(^_^)b

Catatan:

Dalam kalimat bahasa Jepang, kadang tulisan dalam bentuk Hiragana /Katakana dan Kanji, mempunyai pengucapan khusus.

Huruf N (/) bisa dibaca N, NG, atau M. Secara umum dibaca NG, kecuali ketika bertemu dengan konsonan B atau P dibaca M.

にほん nihon, dibaca: nihong / nihon (jepang)
みんな minna, dibaca: minna (semua orang)
しんぶん shinbun, dibaca: shimbung (surat kabar)
せんぱい senpai, dibaca: sempai (senior)
かんけん kanken, dibaca: kangkeng (pencarian kanji)

Misalnya bunyi SU dari DESU です dari akhiran kata kerja MASU ます, dibaca DES dan MAS saja (ada juga beberapa orang yang tidak menghilangkan bunyi U di kata itu). Begitu juga untuk kata GAKUSEI がくせい menjadi dibaca GAKSEI. Lalu beberapa bunyi I dari SHI yang bertemu konsonan T menjadi dihilangkan. Contoh: HAJIMEMASHITE はじめまして dibaca HAJIMEMASHTE, OWARIMASHITA おわりました dibaca OWARIMASHTA, ARIGATOU GOZAIMASHITA ありがとう ございました dibaca ARIGATOU GOZAIMASHTA dst.

Aturan lain yang perlu diingat adalah tentang partikel WA, E dan O, yang ditulis menggunakan HA (tapi dibaca WA), HE (dibaca E) dan WO (dibaca O atau WO). Contoh dalam kalimat:

わたしは がくせい です。 Saya adalah pelajar.
バンドンへ いきます。 Pergi ke Bandung.
ごはんを たべます。 Makan nasi.
こんにちは。 Selamat siang.
こんばんは。 Selamat malam.

(MATERI SHOKYUU 1)
dan
(MATERI SHOKYUU 2)

Mengenal Katakana

Setelah mempelajari Hiragana , kali ini kita akan belajar Katakana.

Kalau minasan lihat bagan Katakana, sebenernya Katakana tuh cenderung lebih simple daripada Hiragana. Karakter hurufnya cederung kaku dan mudah ditulis, tidak melengkung atau berkelok-kelok seperti Hiragana.

Tapi nyatanya siswa tingkat dasar lebih susah mengingat Katakana dibadingkan Hiragana. Mungkin karena dalam materi pelajaran, Huruf Hiragana lebih sering muncul daripada Katakana.

Pada dasarnya Katakana juga terdiri dari 46 karakter utama (walaupun WO jarang sekali digunakan, jadi bisa dianggap cuma 45^^). Ada juga penambahan tenten, maru, dan YA YU YO kecil untuk karakter YOON.

Selain itu ada beberapa penambahan kombinasi huruf yang lazim dipakai untuk mengadopsi bunyi-bunyi dari bahasa asing. Misalnya FA (ファ) peroleh dengan menggabungkan FU dan A kecil. Huruf yang didepan diambil konsonannya, dan yang dibelakang diambil bunyi vokalnya.


Untuk konsonan rangkap, aturannya sama dengan Hiragana. Ditulis dengan menyisipkan TSU
kecil (dalam hal ini TSU kecil Katakana) kecuali NN yang memang menpunyai huruf N sendiri.

Untuk vocal panjang, aturan Katakana lebih mudah, yaitu tinggal menambahkan SEN atau garis mendatar untuk vocal panjang A I U E maupun O. Jadi lebih praktis kan ya.

Yang agak memerlukan pemahaman adalah, walaupun orang Jepang menggunakan Katakana untuk menuliskan bahasa serapan, tapi kata asing tersebut terlebih dahulu di-alihbunyikan menggunakan logat bahasa Jepang.

Walaupun mereka ada yang bisa mengucapkan kata asing mirip aslinya, tapi mereka lebih suka mengucapkan kata asing menggunakan logat Jepang. Misalnya kata SOCCER di ucapkan menjadi サッカー SAKKAA. TELEVISION diambil yang depan saja menjadi テレビ TEREBI (V=B), TELEPHONE CARD menjadi テレホンカード TEREHON KAADO (L=R) dst. Makanya nama MILA jika diucapkan dalam dengan logat Jepang menjadi ミラ MIRA, FIRMAN menjadi フィルマン FIRUMAN dst. Kalo udah begini, kelihatan kalau orang Jepang tuh suka semena-mena yak, hehehe.

Di bawah ini adalah contoh lain penulisan kata menggunakan Katakana.

DEPARTEMENT STORE = デパート DEPAATO (huruf R jadi bunyi panjang)
APARTMENT =
アパート APAATO
SOFTWARE =
ソフト SOFUTO / ソフトウエア SOFUTOWEA 
RADIO =
ラジオRAJIO
SHIRT =
シャツ SHATSU
MILK =
ミルク MIRUKU (L=R, vokalnya diambilkan U)
ADVISE =
アドバイス ADOBAISU
SHARP PENCIL =
シャープペンシル SHAAPUPENSHIRU
DUCTH =
ドイツ DOITSU
AMERIKA =
アメリカ AMERIKA (bunyi E tetap E)
SEMARANG =
スマラン SUMARAN (bunyi E* menjadi U)
KERJA =
クルジャ KURUJA
RAHMAT =
ラマト RAMATO / ラーマト RAAMATO / ラフマト RAFUMATO
TRIWAHYONO =
トリワヒヨノ TORIWAHIYONO
ANDRI =
アンドリ ANDORI
GEORGE =
ジョージ JOOJI
FIKRI =
フィクリ FIKURI
DRAJAT =
ドラジャト DORAJATO

Ok. Dari penjelasan di atas, minasan sekarang bisa mulai menulis nama masing-masing. Ingat, karena nama Anda termasuk bahasa asing bagi orang Jepang, maka harus di adopsi ke logat Jepang terlebih dahulu kemudian ditulis dengan Katakana (buka Hiragana lho ya).

Jya selamat mencoba. Kalau minasan butuh ngecek tulisannya bener ataw salah, silakan ditanyakan di sesi kelas online.

Mau latihan ngafalin HIRAGANA dan KATAKANA? Download software kecil DREAMKANA dari dreambeed, dengan KLIK DISINI (858 KB).

(MATERI SHOKYUU 1)
dan
(MATERI SHOKYUU 2)

KFひ文字

Photobucket

アームド・バナナ

Photobucket


あずきフォント(azuki font)

Photobucket


モフ字(mofu ji)

Photobucket

cara masangnya tinggal copy file *.ttf nya(semua diekstrak dulu) ke Control Panel-> font, atau drive C->Windows->Font

 

Bahasa Jepang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Broom icon.svg
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.
Jepang
日本語 Nihongo
Nihongo (Jepang) dalam Sistem penulisan Jepang
日本語 (bahasa Jepang)
[nʲihoŋɡo]
Dituturkan di
Mayoritas: Jepang
Jumlah penutur
130 juta[1]
9
·         Jepang
Status resmi
Bahasa resmi di
 Jepang
 Amerika Serikat (minoritas dan bantuan)
Angaur,
 Palau
Tidak ada
Pemerintah Jepang memainkan peranan utama
Kode-kode bahasa
ja
jpn
Bahasa Jepang Tentang suara inidengarkan (bantuan·info) (日本語; romaji: Nihongo) merupakan bahasa resmi di Jepang dan jumlah penutur 127 juta jiwa.
Bahasa Jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik Cina. Ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.
Bahasa Jepang terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), pertuturan standar, dan Kyoutsugo (共通語), pertuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.

Lafal vokal

Japanese (standard) vowels.png
Bahasa Jepang mempunyai 5 huruf vokal yaitu /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/.
Lafal vokal bahasa Jepang mirip bahasa Melayu. Contohnya:
  • /a/ seperti “bapa”
  • /i/ seperti “ibu”
  • /u/ seperti “urut”
  • /e/ seperti “esok”
  • /o/ seperti “obor”

Tulisan bahasa Jepang

Tulisan bahasa Jepang berasal dari tulisan bahasa China (漢字/kanji) yang diperkenalkan pada abad keempat Masehi. Sebelum ini, orang Jepang tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.
Tulisan Jepang terbagi kepada tiga:
Kedua aksara terakhir ini biasa disebut kana dan keduanya terpengaruhi fonetik bahasa Sansekerta. Hal ini masih bisa dilihat dalam urutan aksara Kana. Selain itu, ada pula sistem alihaksara yang disebut romaji.
Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata sandang). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan

Kana

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hiragana dan Katakana
Aksara Hiragana dan Katakana (kana) memiliki urutan seperti dibawah ini, memiliki 46 set huruf masing-masing. Keduanya (Hiragana dan Katakana) tidak memiliki arti apapun, seperti abjad dalam Bahasa Indonesia, hanya melambangkan suatu bunyi tertentu, meskipun ada juga kata-kata dalam bahasa Jepang yang terdiri dari satu ‘suku kata’, seperti me (mata), ki (pohon), ni (dua), dsb. Abjad ini diajarkan pada tingkat pra-sekolah (TK) di Jepang.

 Kanji

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kanji
Banyak sekali kanji yang diadaptasi dari Tiongkok, sehingga menimbulkan banyak kesulitan dalam membacanya. Dai Kanji Jiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah dibuat, dan berisi 30.000 kanji. Kebanyakan kanji sudah punah, hanya terdapat pada kamus, dan sangat terbatas pemakaiannya, seperti pada penulisan suatu nama orang.
Oleh karena itu Pemerintah Jepang membuat suatu peraturan baru mengenai jumlah aksara kanji dalam Joyō Kanji atau kanji sehari-hari yang dibatasi penggunaannya sampai 1945 huruf saja. Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyōmi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyōmi (cara baca asli Jepang). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi

Tanda baca

Dalam kalimat bahasa Jepang tidak ada spasi yang memisahkan antara kata dan tidak ada spasi yang memisahkan antara kalimat. Walaupun bukan merupakan tanda baca yang baku, kadang-kadang juga dijumpai penggunaan tanda tanya dan tanda seru di akhir kalimat.
Tanda baca yang dikenal dalam bahasa Jepang:
  • (句点/kuten) Fungsinya serupa dengan tanda baca titik yakni untuk mengakhiri kalimat.
  • (読点/toten) Fungsinya hampir serupa dengan tanda baca koma yakni untuk memisahkan bagian-bagian yang penting dalam kalimat agar lebih mudah dibaca

Angka dan Sistem Penghitungan

Bangsa Jepang pada zaman dahulu (dan dalam jumlah yang cukup terbatas pada zaman sekarang) menggunakan angka-angka Tionghoa, yang lalu dibawa ke Korea dan sampai ke Jepang. Berikut ini adalah daftar angka-angka Jepang.

Satu

Dua

Tiga

Empat

Lima

Enam

Tujuh

Delapan

Sembilan

Sepuluh
Setelah Kekaisaran Jepang mulai dipengaruhi oleh Eropa, angka-angka Arab mulai digunakan secara besar-besaran, dan hampir mengganti sepenuhnya kegunaan angka Tionghoa ini.
Dalam penggunaannya di Bahasa Jepang, dan untungnya juga agak mirip di bahasa Indonesia, angka-angka ini tidak bisa digunakan seperti itu saja untuk menyatakan sebuah jumlah dari sebuah barang, waktu dan sebagainya. Pertama-tama jenis barangnya harus dipertimbangkan, lalu ukurannya, dan akhirnya jumlahnya. Cara berhitung untuk waktu dan tanggal pun berbeda-beda, maka satu hal yang harus dilakukan adalah menghafalkan cara angka-angka ini bergabung dengan satuannya.

Cara menghitung barang

Barang secara umum

Barang Panjang

Untuk mengucapkan 1 buah barang panjang (meteran) misal いっぽん(ippon). Biasa dipakai untuk menghitung jumlah pensil, botol, pohon.

 Barang Tipis

Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan まい(mai) sebagai akhiran, Misal:1 lembar いちまい(ichimai) ,dst . Bisa digunakan untuk menghitung jumlah kertas, baju, perangko, dan benda tipis lainnya.

Barang Besar

Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan だい(dai) sebagai akhiran, Misal : 1 buah いちだい (ichidai),dst . Bisa digunakan untuk menghitung jumlah barang elektronik yang besar, atau barang besar pada umumnya, seperti televisi, kulkas, rumah, mobil dan sebagainya

Cara menghitung orang

Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya menggunakan angka biasa ditambahi satuan にん(nin), misal: 3

Tata Bahasa

Tata kalimat dalam Bahasa Jepang memakai aturan subyek-obyek. Subyek, obyek dan relasi gramatika lainnya biasa ditandai dengan partikel, yang menyisip di kalimat dan disebut posisi akhir (postposition). Struktur dasar kalimat memakai cabang topik. Contohnya adalah, Kochira-wa Tanaka-san desu (こちらは田中さんです). Kochira (“ini”) merupakan topik dari kalimat ini. Kata kerjanya ialah “desu” yang berarti “it is” dalam bahasa Inggris. Dan yang terakhir, Tanaka-san desu merupakan cabang atau komentar

Infleksi dan Konjugasi

Dalam bahasa Jepang, kata benda tidak memiliki bentuk numeral, jenis kelamin, atau aspek lainnya. Contohnya pada kata benda hon () yang mungkin berarti sebuah atau beberapa buku. Juga pada kata hito () yang mungkin berarti orang atau sekumpulan orang. Kata untuk menyebut orang biasanya dalam bentuk tunggal, contohnya Harada-san. Kalau kata panggil jamak, biasanya disebut -tachi.
Pertanyaan mempunyai bentuk yang sama dengan kalimat afirmatif. Intonasi akan meninggi setiap akhir dari kalimat pertanyaan. Dalam situasi resmi, biasanya kalimat pertanyaan disertai partikel -ka. Contohnya, kalimat ii desu (いいです。) yang berarti “Baiklah” menjadi bentuk ii desu ka (いいですか) yang berarti “Boleh kan?”. Biasanya pada situasi tidak resmi, partikel -no () untuk menunjukkan penekanan, contohnya pada kalimat Doshite konai-no? yang berarti “Kenapa (kamu) tidak datang?”.
Kalimat negatif dibentuk dengan mengubah bentuk kata kerja. Contohnya pada kalimat Pan o taberu (パンを食べる。) yang artinya “Saya akan makan roti) menjadi Pan-o tabenai (パンを食べない。) yang

Adjektiva

Ada tiga bentuk kata sifat dalam bahasa Jepang:
  1. 形容詞 (keiyoshi) yaitu penambahan partikel -i, yang memiliki akhiran konjugasi (i). Contohnya: 暑い日 (atsui hi) yang berarti “hari yang panas”
  2. 形容動詞 (keiyodoshi) yaitu penambahan partikel -na. Contoh: 変なひと (henna hito) yang berarti “orang aneh”
Bahasa Jepang juga memiliki beberapa partikel yaitu:
  • ga untuk bentuk nominatif
  • ni untuk bentuk dativ.
  • no untuk bentuk genital
  • o untuk bentuk akusatif

Kesopanan

Biasanya untuk menghormati orang yang lebih tinggi, seperti kepada menteri atau direktur, dipakai bahasa Jepang sopan yang disebut (丁寧語) teineigo. Untuk menyebut nama menteri, diakhiri dengan partikel -sama atau -sangi. Contoh: Katsumoto-sangi (勝本ー参議). Untuk berkenalan, kita harus menggunakan bentuk bahasa sopan. Tapi, kalau sudah akrab, kita boleh memakai bahasa umum.

Kosa kata

Bahasa Asli Jepang yaitu berasal dari bahasa asli pemukim Jepang zaman dahulu disebut yamato kotoba (大和言葉 ) yang berarti kosa kata Yamato. Kosakata Jepang sebagian besar berakar atau berasal dari Cina disebut kango (漢語) yang masuk pada abad ke-5 lewat Semenanjung Korea. Jepang banyak mengadopsi kosakata dari bahasa Inggris, kata-kata adopsi ini umumnya ditulis menggunakan huruf katakana. Contoh: マイカー (maikaa – sama dengan pelafalan “my car”) yang berarti “mobil saya”

 Belajar Bahasa Jepang

Beberapa universitas internasional di dunia mengajarkan bahasa Jepang. Mulainya ketertarikan belajar bahasa Jepang sewaktu abad ke-18 Masehi, lalu melonjak dimana Jepang mulai memimpin ekonomi dunia pada tahun 1980. Bahasa Jepang semakin diminati karena mendominasi dunia kartun (anime dan manga) di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan dari otaku (penggemar anime) bisa berbicara bahasa Jepang walaupun hanya dasarnya. Pemerintah Jepang sebagai pihak yang mengatur bahasa Jepang menyediakan tes profisiensi sejenis TOEFL yaitu JLPT (Japanese Language Proficiency Test).

Kekerabatan bahasa Jepang

Para pakar bahasa tidak mengetahui secara pasti kekerabatan bahasa Jepang dengan bahasa lain. Ada yang menghubungkannya dengan bahasa Altai, namun ada pula yang menghubungkannya dengan bahasa Austronesia.[2] Selain itu ada pula kemiripan secara tatabahasa dan dalam susunan kalimat serta secara fonetik dengan bahasa Korea meski secara kosakata tidaklah begitu mirip.
klik disini untuk download